Ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) yang diselenggarakan mulai Senin (11/5) menjadi penutup rangkaian ujian nasional tahun ajaran 2008/2009. Menurut pemerintah, UASBN bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, dan ilmu pengetahuan alam (IPA) serta mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu.
UASBN merupakan hasil kompromi antara departemen pendidikan nasional dan dewan perwakilan rakyat. Awalnya diberi nama UN SD dengan format yang sama seperti UN (ujian nasional) sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Kuatnya penolakan dari masyarakat memaksa Depdiknas mengubah menjadi ujian nasional terintegrasi ujian sekolah (UNTUS).
Kini, giliran DPR yang tidak puas. Sebab, dalam UNTUS, UN lebih ditekankan daripada ujian sekolah. Depdiknas diminta kembali merevisi. Akhirnya, muncul UASBN.
Paling tidak ada dua perbedaan antara UASBN dan UN pada tingkat SMP dan SMA. Pertama, soal ujian. Materi dibuat oleh penyelenggara tingkat provinsi dan badan standar nasional pendidikan dengan proporsi masing-masing 25 persen dan 75 persen. Kedua, kelulusan. Angka minimal lulus tidak dipatok dan diseragamkan secara nasional, tapi diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan.
Meski begitu, UASBN pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dengan UN sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meresentralisasi proses penentuan kelulusan di sekolah. Dari berbagai aspek, kebijakan tersebut dapat berdampak buruk bagi guru, peserta didik, maupun orang tua.
***
Ada beberapa permasalahan dalam UASBN. Yang paling mendasar adalah kontradiksi dengan kebijakan wajib belajar sembilan tahun. Pernyataan pemerintah bahwa UASBN dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong tercapainya target wajib belajar tidak memiliki dasar yang jelas, baik secara konseptual maupun yuridis.
Titik tekan UASBN adalah standar kelulusan. Padahal, agar dapat merealisasikan program wajib belajar, pemerintah mesti memulai dengan menjalankan kewajiban menetapkan dan mengimplementasikan standar pelayanan bagi warga. Untuk itu, ada dua hal yang dijadikan sebagai prioritas. Yakni, akses terbuka bagi semua kelompok warga dengan menghilangkan segala hambatan biaya dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Selain itu, prinsip wajib belajar meliputi SD dan SMP atau sederajat yang berada pada level sama, pendidikan dasar. Hal tersebut jelas ditegaskan dalam Undang-Undang 20/2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional pasal 17 ayat (2) yang menyatakan bahwa pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat.
UASBN menegasikan prinsip yang telah ditegaskan dalam UU Sisdiknas. Sebab, ada fase lulus atau tidak lulus bagi peserta didik kelas enam. Apalagi dibuat sentralistis yang menunjukkan bahwa SD atau sederajat dan SMP atau sederajat berada pada level yang berbeda. Dengan demikian, UASBN justru dapat menghambat upaya untuk merealisasikan program wajib belajar yang rencananya "dituntaskan" pada 2008.
Masalah kedua berkaitan dengan pungutan. Alokasi dana dari APBN untuk mendukung UASBN yang sangat sedikit dan ketidakjelasan jumlah dana yang mesti ditanggung oleh pemerintah daerah membuat orang tua menjadi sumber potensial pendanaan. Apalagi hasrat dinas dan sekolah untuk mendapatkan keuntungan dari kebijakan tersebut makin memperkuat posisi orang tua sebagai objek pemerasan.
Beragam kegiatan dibuat menyertai UASBN, mulai les dan bimbingan belajar, program pemantapan mata pelajaran yang akan diuji, hingga tryout . Biaya yang akan ditanggung oleh orang tua murid peserta ujian secara umum dibagi menjadi tiga jenis. Yakni, biaya yang dikeluarkan menjelang ujian, biaya yang dikeluarkan pada saat pelaksanaan ujian, dan biaya yang akan dikeluarkan pascaujian.
Hal tersebut diperkuat oleh hasil riset ICW di lima SDN di daerah pada 2007 dan 2008. Terjadi peningkatan drastis pengeluaran orang tua, terutama kelas enam, untuk keperluan les atau bimbingan belajar di sekolah. Bahkan, dari sisi besar biaya, les menempati urutan pertama di antara sepuluh jenis biaya yang dianggap paling memberatkan orang tua yang menjadi responden.
Masalah lain adalah potensi kecurangan. Dalam UASBN, walau pembuatan soal menjadi tanggung jawab penyelenggara pusat dan provinsi, nilai kelulusan diserahkan kepada masing-masing sekolah. Pada satu sisi, UASBN tidak jauh berbeda dengan evaluasi belajar tahap akhir nasional (Ebtanas) dan otoritas guru sebagai penentu kelulusan tidak hilang. Tetapi, pada sisi lain, penentuan kelulusan yang diserahkan kepada sekolah dapat berdampak negatif.
Atas dasar gengsi, sekolah akan mempertinggi kelulusan hingga di luar kemampuan. Apalagi dinas pendidikan turut menekan karena mengingingkan citra baik mereka di mata kepala daerah atau daerah lain. Akibatnya, akan terjadi perlombaan angka batas kelulusan. Dengan kondisi pelayanan yang buruk, angka batas kelulusan tinggi tidak mungkin bisa dipenuhi oleh peserta ujian. Karena itu, UASBN berpotensi memunculkan kecurangan seperti yang terjadi dalam penyelenggaraan UN SMP dan SMA atau sederajat.
Apabila pemerintah mau belajar dari pengalaman, tentu tidak akan mau mengulang kesalahan dua kali. Sebab, UN pada tingkat SD pasti memunculkan masalah seperti pada tingkat SMP dan SMA. Bahkan, bukan tidak mungkin jauh lebih parah. Pemerintah dengan anggaran miliaran rupiah justru akan membeli masalah yang dapat membuat pendidikan nasional terpuruk.
Daripada menghabiskan banyak anggaran yang pada akhirnya memunculkan kontroversi, pemerintah lebih baik berkonsentrasi merealisasikan program sekolah gratis. Selain merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945, dalam rencana strategis pendidikan 2005-2009, memperluas akses dengan menyediakan sekolah gratis dan berkualitas pada tingkat dasar merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai pemerintahan SBY-JK. (*)
*) Ade Irawan, aktivis Indonesia Corruption Watch dan Koalisi Pendidikan
Jumat, 15 Mei 2009
4 Madzhab dalam Ilmu Fiqih
Ahlussunnah wal Jama’ah berhaluan salah satu Madzhab yang empat. Seluruh ummat Islam di dunia dan para ulamanya telah mengakui bahwa Imam yang empat ialah Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Ibnu Hambal telah memenuhi persyaratan sebagai Mujtahid. Hal itu dikarenakan ilmu, amal dan akhlaq yang dimiliki oleh mereka. Maka ahli fiqih memfatwakan bagi umat Islam wajib mengikuti salah satu madzhab yang empat tersebut.
Madzhab Hanafi
Dinamakan Hanafi, karena pendirinya Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit. Beliau lahir pada tahun 80 H di Kufah dan wafat pada tahun 150 H. Madzhab ini dikenal madzhab Ahli Qiyas (akal) karena hadits yang sampai ke Irak sedikit, sehingga beliau banyak mempergunakan Qiyas.
Beliau termasuk ulama yang cerdas, pengasih dan ahli tahajud dan fasih membaca Al-Qur’an. Beliau ditawari untuk menjadi hakim pada zaman bani Umayyah yang terakhir, tetapi beliau menolak.
Madzhab ini berkembang karena menjadi madzhab pemerintah pada saat Khalifah Harun Al-Rasyid. Kemudian pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur beliau diminta kembali untuk menjadi Hakim tetapi beliau menolak, dan memilih hidup berdagang, madzhab ini lahir di Kufah.
Madzhab Maliki
Pendirinya adalah Al-Imam Maliki bin Anas Al-Ashbahy. Ia dilahirkan di Madinah pada tahun 93 H dan wafat pada tahun 179 H. Beliau sebagai ahli hadits di Madinah dimana Rasulullah SAW hidup di kota tersebut.
Madzhab ini dikenal dengan madzhab Ahli Hadits, bahkan beliau mengutamakan perbuatan ahli Madinah daripada Khabaril Wahid (Hadits yang diriwayatkan oleh perorangan). Karena bagi beliau mustahil ahli Madinah akan berbuat sesuatu yang bertentangan dengan perbuatan Rasul, beliau lebih banyak menitikberatkan kepada hadits, karena menurut beliau perbuatan ahli Madinah termasuk hadits mutawatir.
Madzhab ini lahir di Madinah kemudian berkembang ke negara lain khususnya Maroko. Beliau sangat hormat kepada Rasulullah dan cinta, sehingga beliau tidak pernah naik unta di kota Madinah karena hormat kepada makam Rasul.
Madzhab Syafi’i
Tokoh utamanya adalah Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i Al-Quraisyi. Beliau dilahirkan di Ghuzzah pada tahun 150 H dan wafat di Mesir pada tahun 204 H.
Beliau belajar kepada Imam Malik yang dikenal dengan madzhabul hadits, kemudian beliau pergi ke Irak dan belajar dari ulama Irak yang dikenal sebagai madzhabul qiyas. Beliau berikhtiar menyatukan madzhab terpadu yaitu madzhab hadits dan madzhab qiyas. Itulah keistimewaan madzhab Syafi’i.
Di antara kelebihan asy-Syafi’i adalah beliau hafal Al-Qur’an umur 7 tahun, pandai diskusi dan selalu menonjol. Madzhab ini lahir di Mesir kemudian berkembang ke negeri-negeri lain.
Madzhab Hanbali
Dinamakan Hanbali, karena pendirinya Al-Imam Ahmad bin Hanbal As-Syaebani, lahir di Baghdad Th 164 H dan wafat Th 248 H. Beliau adalah murid Imam Syafi’i yang paling istimewa dan tidak pernah pisah sampai Imam Syafi’i pergi ke Mesir.
Menurut beliau hadits dla’if dapat dipergunakan untuk perbuatan-perbuatan yang afdal (fadlailul a'mal) bukan untuk menentukan hukum. Beliau tidak mengaku adanya Ijma’ setelah sahabat karena ulama sangat banyak dan tersebar luas.
KH A Nuril Huda
Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
Madzhab Hanafi
Dinamakan Hanafi, karena pendirinya Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit. Beliau lahir pada tahun 80 H di Kufah dan wafat pada tahun 150 H. Madzhab ini dikenal madzhab Ahli Qiyas (akal) karena hadits yang sampai ke Irak sedikit, sehingga beliau banyak mempergunakan Qiyas.
Beliau termasuk ulama yang cerdas, pengasih dan ahli tahajud dan fasih membaca Al-Qur’an. Beliau ditawari untuk menjadi hakim pada zaman bani Umayyah yang terakhir, tetapi beliau menolak.
Madzhab ini berkembang karena menjadi madzhab pemerintah pada saat Khalifah Harun Al-Rasyid. Kemudian pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur beliau diminta kembali untuk menjadi Hakim tetapi beliau menolak, dan memilih hidup berdagang, madzhab ini lahir di Kufah.
Madzhab Maliki
Pendirinya adalah Al-Imam Maliki bin Anas Al-Ashbahy. Ia dilahirkan di Madinah pada tahun 93 H dan wafat pada tahun 179 H. Beliau sebagai ahli hadits di Madinah dimana Rasulullah SAW hidup di kota tersebut.
Madzhab ini dikenal dengan madzhab Ahli Hadits, bahkan beliau mengutamakan perbuatan ahli Madinah daripada Khabaril Wahid (Hadits yang diriwayatkan oleh perorangan). Karena bagi beliau mustahil ahli Madinah akan berbuat sesuatu yang bertentangan dengan perbuatan Rasul, beliau lebih banyak menitikberatkan kepada hadits, karena menurut beliau perbuatan ahli Madinah termasuk hadits mutawatir.
Madzhab ini lahir di Madinah kemudian berkembang ke negara lain khususnya Maroko. Beliau sangat hormat kepada Rasulullah dan cinta, sehingga beliau tidak pernah naik unta di kota Madinah karena hormat kepada makam Rasul.
Madzhab Syafi’i
Tokoh utamanya adalah Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i Al-Quraisyi. Beliau dilahirkan di Ghuzzah pada tahun 150 H dan wafat di Mesir pada tahun 204 H.
Beliau belajar kepada Imam Malik yang dikenal dengan madzhabul hadits, kemudian beliau pergi ke Irak dan belajar dari ulama Irak yang dikenal sebagai madzhabul qiyas. Beliau berikhtiar menyatukan madzhab terpadu yaitu madzhab hadits dan madzhab qiyas. Itulah keistimewaan madzhab Syafi’i.
Di antara kelebihan asy-Syafi’i adalah beliau hafal Al-Qur’an umur 7 tahun, pandai diskusi dan selalu menonjol. Madzhab ini lahir di Mesir kemudian berkembang ke negeri-negeri lain.
Madzhab Hanbali
Dinamakan Hanbali, karena pendirinya Al-Imam Ahmad bin Hanbal As-Syaebani, lahir di Baghdad Th 164 H dan wafat Th 248 H. Beliau adalah murid Imam Syafi’i yang paling istimewa dan tidak pernah pisah sampai Imam Syafi’i pergi ke Mesir.
Menurut beliau hadits dla’if dapat dipergunakan untuk perbuatan-perbuatan yang afdal (fadlailul a'mal) bukan untuk menentukan hukum. Beliau tidak mengaku adanya Ijma’ setelah sahabat karena ulama sangat banyak dan tersebar luas.
KH A Nuril Huda
Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
Membaca Surat Kahfi pada Hari Jum’at
Amalan apa saja yang sunnah dilaksanakan pada hari Jum’at? Dan bagaimana hukumnya membaca surat al-Kahfi (surat ke-18 dalam Al-Qur’an) pada hari Jum’at?
Seperti kita ketahui, hari Jum’at merupakan hari yang paling mulia dalam Islam. Karena hari itu merupakan hari raya mingguan bagi umat Islam. DR Muhammad bakar isma’il dalam Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah menyatakan, hari Jum’at merupakan hari yang sangat mulia di sisi allah SWT. Hari itu merupakan hari yang dipilih oleh Allah SWT sebagai hari raya mingguan bagi kaum muslimin. Pada hari itu mereka berkumpul untuk melaksanakan shalat dengan penuh keramahan dan kecintaan.Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada hari itu. Di antaranya adalah memperbanyak wirid dan dzikir. Karena pada hari itu ada saat waktu istijabah yang sengaja dirahasiakan oleh Allah SWT agar hamba-hamba-Nya lebih giat mencari waktu tersebut. Termasuk juga yang disunnahkan adalah membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW.
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثَرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فّإنَّ صّلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ، قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ؟- أي بَلِيْتَ- قَالَ: إنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَرَّمَ عَلَى الْأرْضِ أنْ تَأكُلَ أجْسَادِ الْأنْبِيَاءِ—سنن ابن ماجه
Diriwayatkan dari Aws bin Aws, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hari yang paling mulia bagi kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, di hari itu ditiupkan ruh, dan pada hari itu dilaksanakan siksaan. Karena itu maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Sebab shalawat yang kamu baca pada hari itu akan didatangkan kepadaku. Lalu sahal seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana mungkin shalawat yang kami baca itu bisa dihadapkan kepadamu, padahal engkau telah hancur dimakan bumi? Rasulullah SAW menjawab: Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi-Nya. (HR Ibnu Majah, 1075) Di antara amalan yang dianjrkan juga adalah membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya.
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُذْرِيّ قَالَ مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
Diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri, ia berkata, Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka Allah SWT akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan rumah yang penuh dengan keindahan. (Sunan Ad-Darimi, 3273)Membaca Shalawat dan membaca surat al-Kahfi pada malam atau hari Jum’at itu sunnah. Dalam hal ini DR Muhammad Bakr Isma’il menyatakan, seorang muslim disunnahkan untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi SAW pada malam hari Jum’at. Begitu juga sunah sunnah membaca surat al-Kahfi pada malam dan hari Jum’at. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241)
KH Muhyiddin AbdusshomadPengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Ketua PCNU Jember
Seperti kita ketahui, hari Jum’at merupakan hari yang paling mulia dalam Islam. Karena hari itu merupakan hari raya mingguan bagi umat Islam. DR Muhammad bakar isma’il dalam Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah menyatakan, hari Jum’at merupakan hari yang sangat mulia di sisi allah SWT. Hari itu merupakan hari yang dipilih oleh Allah SWT sebagai hari raya mingguan bagi kaum muslimin. Pada hari itu mereka berkumpul untuk melaksanakan shalat dengan penuh keramahan dan kecintaan.Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada hari itu. Di antaranya adalah memperbanyak wirid dan dzikir. Karena pada hari itu ada saat waktu istijabah yang sengaja dirahasiakan oleh Allah SWT agar hamba-hamba-Nya lebih giat mencari waktu tersebut. Termasuk juga yang disunnahkan adalah membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW.
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثَرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فّإنَّ صّلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ، قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ؟- أي بَلِيْتَ- قَالَ: إنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَرَّمَ عَلَى الْأرْضِ أنْ تَأكُلَ أجْسَادِ الْأنْبِيَاءِ—سنن ابن ماجه
Diriwayatkan dari Aws bin Aws, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hari yang paling mulia bagi kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, di hari itu ditiupkan ruh, dan pada hari itu dilaksanakan siksaan. Karena itu maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Sebab shalawat yang kamu baca pada hari itu akan didatangkan kepadaku. Lalu sahal seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana mungkin shalawat yang kami baca itu bisa dihadapkan kepadamu, padahal engkau telah hancur dimakan bumi? Rasulullah SAW menjawab: Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi-Nya. (HR Ibnu Majah, 1075) Di antara amalan yang dianjrkan juga adalah membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya.
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُذْرِيّ قَالَ مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
Diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri, ia berkata, Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka Allah SWT akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan rumah yang penuh dengan keindahan. (Sunan Ad-Darimi, 3273)Membaca Shalawat dan membaca surat al-Kahfi pada malam atau hari Jum’at itu sunnah. Dalam hal ini DR Muhammad Bakr Isma’il menyatakan, seorang muslim disunnahkan untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi SAW pada malam hari Jum’at. Begitu juga sunah sunnah membaca surat al-Kahfi pada malam dan hari Jum’at. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241)
KH Muhyiddin AbdusshomadPengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Ketua PCNU Jember
Kamis, 14 Mei 2009
Siap Menghadapi ഉജ്യന്
Tak terasa sebentar lagi kita akan menjalani ujian dan ulangan umum. Nah, apakah kalian sudah siap untuk menghadapinya? Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat kalian lakukan untuk mempersiapkannya:
1. Siapkan waktu sebaik mungkinPerhatikan urutan mata-mata pelajaran yang akan diuji lalu jadwalkan waktu untuk belajar. Mulailah untuk mempelajari mata pelajaran yang diujikan terlebih dahulu dari sekarang. Kurangilah waktu bermainmu. Jalankan kebiasaan ini setiap hari termasuk di akhir pekan.
2. Pelajari kembali catatanmu setiap hari.Setelah pulang sekolah, biasakan untuk mempelajari kembali catatanmu. Hal ini dilakukan agar kita benar-benar mengerti pelajaran yang kita dapatkan di sekolah.
3. Lihat kembali tugas-tugas dan ulangan-ulanganmu yang sebelumnya.Melihat kembali tugas-tugas dan ulangan-ulangan sebelumnya juga merupakan proses belajar. Coba lihat kembali dimana kalian melakukan kesalahan dan carilah jawaban yang benar. Siapa tahu apabila soal tersebut termasuk dalam soal yang diujikan, kalian sudah siap untuk menyelesaikannya dengan benar.
4. Buatlah kelompok belajar.Dengan belajar berkelompok kalian dapat bertukar pikiran untuk membahas pelajaran yang kurang dimengerti atau sulit. Tetapi pastikan bahwa saat belajar bersama, kalian memang memakai waktu tersebut untuk belajar dan bukannya mengobrol.
5. Ikuti bimbingan belajar.Salah satu pilihan yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri kita menghadapi ujian atau ulangan umum adalah mengikuti bimbingan belajar. Dengan mengikuti bimbingan belajar, kita dapat memantapkan mata-mata pelajaran yang diajarkan di sekolah serta apabila kalian tidak mengerti, kalian dapat menanyakannya pada guru bimbingan belajar tersebut.
6. Jaga kesehatan tubuh.Waktu ujian atau ulangan umum semakin dekat dan itu berarti kita harus belajar lebih giat hingga kadang lupa waktu. Karena terlalu lelah, kita jadi jatuh sakit, wah kalau begini kita jadi terhambat deh untuk proses belajarnya. Konsumsilah pula makanan yang bergizi yang mengandung 4 sehat 5 sempurna, jangan makan makanan yang sembarangan. Intinya, kita harus menjaga kesehatan tubuh agar kesehatan kita tetap prima sehingga akhirnya kita dapat menyelesaikan ujian atau ulangan umum dengan baik.
7. "Aku bisa!"Kadang kita merasa tidak "PeDe" (Percaya Diri) akan menyelesaikan ujian atau ulangan umum dengan baik. Buanglah jauh-jauh pikiran itu dan katakan pada diri sendiri bahwa kita siap menghadapinya dan akan mendapatkan nilai baik. Dengan mempunyai rasa percaya diri, kita akhirnya dapat berkonsentrasi penuh dalam mengerjakan soal-soal yang diujikan.
8. Selesaikan belajar sehari sebelum ujian atau ulangan umum dimulai.Biasanya kita sering tidak tidur dimalam ujian atau ulangan umum, sehingga akhirnya kita merasa mengantuk keesokan harinya, akibatnya kita tidak bisa menyelesaikan soal-soal ujian atau ulangan umum dengan baik. Agar hal ini tidak terjadi, usahakan untuk menyelesaikan belajar sehari sebelum ulangan umum dimulai. Lalu istirahatlah yang cukup agar tidak mengantuk disaat ujian atau ulangan umum.
9. Datanglah lebih awal.Akhirnya hari ujian atau ulangan umum tiba. Usahakan datang lebih awal ke sekolah karena jika kalian datang terlambat yang akan kalian pikirkan adalah "semoga tidak terlambat." Karena merasa deg-degan, materi pelajaran yang kalian sudah pelajari jauh-jauh hari jadi terlupakan deh. Bayangkan kalau kalian datang lebih awal kan bisa mengulang catatan.
Sumber http://www.duniabelajar.com/
1. Siapkan waktu sebaik mungkinPerhatikan urutan mata-mata pelajaran yang akan diuji lalu jadwalkan waktu untuk belajar. Mulailah untuk mempelajari mata pelajaran yang diujikan terlebih dahulu dari sekarang. Kurangilah waktu bermainmu. Jalankan kebiasaan ini setiap hari termasuk di akhir pekan.
2. Pelajari kembali catatanmu setiap hari.Setelah pulang sekolah, biasakan untuk mempelajari kembali catatanmu. Hal ini dilakukan agar kita benar-benar mengerti pelajaran yang kita dapatkan di sekolah.
3. Lihat kembali tugas-tugas dan ulangan-ulanganmu yang sebelumnya.Melihat kembali tugas-tugas dan ulangan-ulangan sebelumnya juga merupakan proses belajar. Coba lihat kembali dimana kalian melakukan kesalahan dan carilah jawaban yang benar. Siapa tahu apabila soal tersebut termasuk dalam soal yang diujikan, kalian sudah siap untuk menyelesaikannya dengan benar.
4. Buatlah kelompok belajar.Dengan belajar berkelompok kalian dapat bertukar pikiran untuk membahas pelajaran yang kurang dimengerti atau sulit. Tetapi pastikan bahwa saat belajar bersama, kalian memang memakai waktu tersebut untuk belajar dan bukannya mengobrol.
5. Ikuti bimbingan belajar.Salah satu pilihan yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri kita menghadapi ujian atau ulangan umum adalah mengikuti bimbingan belajar. Dengan mengikuti bimbingan belajar, kita dapat memantapkan mata-mata pelajaran yang diajarkan di sekolah serta apabila kalian tidak mengerti, kalian dapat menanyakannya pada guru bimbingan belajar tersebut.
6. Jaga kesehatan tubuh.Waktu ujian atau ulangan umum semakin dekat dan itu berarti kita harus belajar lebih giat hingga kadang lupa waktu. Karena terlalu lelah, kita jadi jatuh sakit, wah kalau begini kita jadi terhambat deh untuk proses belajarnya. Konsumsilah pula makanan yang bergizi yang mengandung 4 sehat 5 sempurna, jangan makan makanan yang sembarangan. Intinya, kita harus menjaga kesehatan tubuh agar kesehatan kita tetap prima sehingga akhirnya kita dapat menyelesaikan ujian atau ulangan umum dengan baik.
7. "Aku bisa!"Kadang kita merasa tidak "PeDe" (Percaya Diri) akan menyelesaikan ujian atau ulangan umum dengan baik. Buanglah jauh-jauh pikiran itu dan katakan pada diri sendiri bahwa kita siap menghadapinya dan akan mendapatkan nilai baik. Dengan mempunyai rasa percaya diri, kita akhirnya dapat berkonsentrasi penuh dalam mengerjakan soal-soal yang diujikan.
8. Selesaikan belajar sehari sebelum ujian atau ulangan umum dimulai.Biasanya kita sering tidak tidur dimalam ujian atau ulangan umum, sehingga akhirnya kita merasa mengantuk keesokan harinya, akibatnya kita tidak bisa menyelesaikan soal-soal ujian atau ulangan umum dengan baik. Agar hal ini tidak terjadi, usahakan untuk menyelesaikan belajar sehari sebelum ulangan umum dimulai. Lalu istirahatlah yang cukup agar tidak mengantuk disaat ujian atau ulangan umum.
9. Datanglah lebih awal.Akhirnya hari ujian atau ulangan umum tiba. Usahakan datang lebih awal ke sekolah karena jika kalian datang terlambat yang akan kalian pikirkan adalah "semoga tidak terlambat." Karena merasa deg-degan, materi pelajaran yang kalian sudah pelajari jauh-jauh hari jadi terlupakan deh. Bayangkan kalau kalian datang lebih awal kan bisa mengulang catatan.
Sumber http://www.duniabelajar.com/
Minggu, 19 April 2009
Jadwal Pelaksanaan UN 2009
Berdasarkan kesepakatan bersama BNSP, Depdiknas, dan Depag Pemerintah RI, diputuskan jadwal Ujian Nasional 2009 sebagai berikut.
- SMA/MA tanggal 20 - 24 April 2009
- SMP/MTs tanggal 27 - 30 April 2009
- SD/MI tanggal 12 - 14 Mei 2009
- SMK/SMALB tanggal 20 - 22 April 2009.
Keputusan ini sekaligus menjawab berita kesimpangsiuran dan isu yang berkembang di media massa dan masyarakat tentang pelaksanaan UN 2009 dilaksanakan bulan Pebruari atau Maret 2009, mengingat pada bulan April ada dua agenda nasional, yaitu Pemilu Pemilihan Presiden dan Legislatif. Tentang banyak banyaknya mata pelajaran diujikan sementara masih tetap seperti lalu, SD 3 mata pelajaran, SMP 4 mata pelajaran dan SMA IPA/IPS 6 mata pelajaran.(mmn)
LOMBA APRESIASI SENI DAN KREASI SILN 2008
Suatu kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam bagi keluarga besar Sekolah Indonesia Jeddah, karena TIM Lomba Apresiasi dan Kreasi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), para siswa peserta lomba mendapatkan juara. Pada lomba bergengsi yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh Depdiknas Jakarta tersebut, Tim SIJ mendapatkan juara II pada lomba kontes fisika tingkat SMA yang diraih oleh Aisyah Warsid kelas XII-SMA IPA, juara II kontes matematika SD diraih oleh Bela Ahda Nur Laila Nabilah kelas 6-A, dan juara III kejuaraan olah raga bulu tangkis yang diraih oleh Rizka Firdaus kelas 8 SMP. Sementara itu Tim dari Sekolah Indonesia Makkah meraih juara II dalam sains tingkat SMP.
Kegiatan yang diadakan di Yogyakarta tanggal 2 sampai 8 Nopember 2008 tersebut diikuti oleh 14 SILN. Dari masing-masing sekolah mengikutkan 14 siswa dengan berbagai kategori bidang lomba. Tim dari SIJ yang dikomandani oleh Drs. Arip Santosa, M.Pd dan Surya Megawarni akan mendarat di Airport King Abdul Aziz Jeddah, Minggu 14.00 WSA. Selamat atas kemenangannya. (mmn)
Berdasarkan kesepakatan bersama BNSP, Depdiknas, dan Depag Pemerintah RI, diputuskan jadwal Ujian Nasional 2009 sebagai berikut.
- SMA/MA tanggal 20 - 24 April 2009
- SMP/MTs tanggal 27 - 30 April 2009
- SD/MI tanggal 12 - 14 Mei 2009
- SMK/SMALB tanggal 20 - 22 April 2009.
Keputusan ini sekaligus menjawab berita kesimpangsiuran dan isu yang berkembang di media massa dan masyarakat tentang pelaksanaan UN 2009 dilaksanakan bulan Pebruari atau Maret 2009, mengingat pada bulan April ada dua agenda nasional, yaitu Pemilu Pemilihan Presiden dan Legislatif. Tentang banyak banyaknya mata pelajaran diujikan sementara masih tetap seperti lalu, SD 3 mata pelajaran, SMP 4 mata pelajaran dan SMA IPA/IPS 6 mata pelajaran.(mmn)
LOMBA APRESIASI SENI DAN KREASI SILN 2008
Suatu kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam bagi keluarga besar Sekolah Indonesia Jeddah, karena TIM Lomba Apresiasi dan Kreasi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), para siswa peserta lomba mendapatkan juara. Pada lomba bergengsi yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh Depdiknas Jakarta tersebut, Tim SIJ mendapatkan juara II pada lomba kontes fisika tingkat SMA yang diraih oleh Aisyah Warsid kelas XII-SMA IPA, juara II kontes matematika SD diraih oleh Bela Ahda Nur Laila Nabilah kelas 6-A, dan juara III kejuaraan olah raga bulu tangkis yang diraih oleh Rizka Firdaus kelas 8 SMP. Sementara itu Tim dari Sekolah Indonesia Makkah meraih juara II dalam sains tingkat SMP.
Kegiatan yang diadakan di Yogyakarta tanggal 2 sampai 8 Nopember 2008 tersebut diikuti oleh 14 SILN. Dari masing-masing sekolah mengikutkan 14 siswa dengan berbagai kategori bidang lomba. Tim dari SIJ yang dikomandani oleh Drs. Arip Santosa, M.Pd dan Surya Megawarni akan mendarat di Airport King Abdul Aziz Jeddah, Minggu 14.00 WSA. Selamat atas kemenangannya. (mmn)
- SMA/MA tanggal 20 - 24 April 2009
- SMP/MTs tanggal 27 - 30 April 2009
- SD/MI tanggal 12 - 14 Mei 2009
- SMK/SMALB tanggal 20 - 22 April 2009.
Keputusan ini sekaligus menjawab berita kesimpangsiuran dan isu yang berkembang di media massa dan masyarakat tentang pelaksanaan UN 2009 dilaksanakan bulan Pebruari atau Maret 2009, mengingat pada bulan April ada dua agenda nasional, yaitu Pemilu Pemilihan Presiden dan Legislatif. Tentang banyak banyaknya mata pelajaran diujikan sementara masih tetap seperti lalu, SD 3 mata pelajaran, SMP 4 mata pelajaran dan SMA IPA/IPS 6 mata pelajaran.(mmn)
LOMBA APRESIASI SENI DAN KREASI SILN 2008
Suatu kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam bagi keluarga besar Sekolah Indonesia Jeddah, karena TIM Lomba Apresiasi dan Kreasi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), para siswa peserta lomba mendapatkan juara. Pada lomba bergengsi yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh Depdiknas Jakarta tersebut, Tim SIJ mendapatkan juara II pada lomba kontes fisika tingkat SMA yang diraih oleh Aisyah Warsid kelas XII-SMA IPA, juara II kontes matematika SD diraih oleh Bela Ahda Nur Laila Nabilah kelas 6-A, dan juara III kejuaraan olah raga bulu tangkis yang diraih oleh Rizka Firdaus kelas 8 SMP. Sementara itu Tim dari Sekolah Indonesia Makkah meraih juara II dalam sains tingkat SMP.
Kegiatan yang diadakan di Yogyakarta tanggal 2 sampai 8 Nopember 2008 tersebut diikuti oleh 14 SILN. Dari masing-masing sekolah mengikutkan 14 siswa dengan berbagai kategori bidang lomba. Tim dari SIJ yang dikomandani oleh Drs. Arip Santosa, M.Pd dan Surya Megawarni akan mendarat di Airport King Abdul Aziz Jeddah, Minggu 14.00 WSA. Selamat atas kemenangannya. (mmn)
Berdasarkan kesepakatan bersama BNSP, Depdiknas, dan Depag Pemerintah RI, diputuskan jadwal Ujian Nasional 2009 sebagai berikut.
- SMA/MA tanggal 20 - 24 April 2009
- SMP/MTs tanggal 27 - 30 April 2009
- SD/MI tanggal 12 - 14 Mei 2009
- SMK/SMALB tanggal 20 - 22 April 2009.
Keputusan ini sekaligus menjawab berita kesimpangsiuran dan isu yang berkembang di media massa dan masyarakat tentang pelaksanaan UN 2009 dilaksanakan bulan Pebruari atau Maret 2009, mengingat pada bulan April ada dua agenda nasional, yaitu Pemilu Pemilihan Presiden dan Legislatif. Tentang banyak banyaknya mata pelajaran diujikan sementara masih tetap seperti lalu, SD 3 mata pelajaran, SMP 4 mata pelajaran dan SMA IPA/IPS 6 mata pelajaran.(mmn)
LOMBA APRESIASI SENI DAN KREASI SILN 2008
Suatu kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam bagi keluarga besar Sekolah Indonesia Jeddah, karena TIM Lomba Apresiasi dan Kreasi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), para siswa peserta lomba mendapatkan juara. Pada lomba bergengsi yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh Depdiknas Jakarta tersebut, Tim SIJ mendapatkan juara II pada lomba kontes fisika tingkat SMA yang diraih oleh Aisyah Warsid kelas XII-SMA IPA, juara II kontes matematika SD diraih oleh Bela Ahda Nur Laila Nabilah kelas 6-A, dan juara III kejuaraan olah raga bulu tangkis yang diraih oleh Rizka Firdaus kelas 8 SMP. Sementara itu Tim dari Sekolah Indonesia Makkah meraih juara II dalam sains tingkat SMP.
Kegiatan yang diadakan di Yogyakarta tanggal 2 sampai 8 Nopember 2008 tersebut diikuti oleh 14 SILN. Dari masing-masing sekolah mengikutkan 14 siswa dengan berbagai kategori bidang lomba. Tim dari SIJ yang dikomandani oleh Drs. Arip Santosa, M.Pd dan Surya Megawarni akan mendarat di Airport King Abdul Aziz Jeddah, Minggu 14.00 WSA. Selamat atas kemenangannya. (mmn)
Sabtu, 11 April 2009
ziarah kubur
pada masa awal islam, rasulullah memang melarang umat islam untuk melakukan ziarah kubur. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga akidah umat islam. Rasulullah khawatir kalau ziarah kubur diperbolehkan, umat islam akan percaya dan menjadi penyembah kuburan. Setelah akidah umat islam kuat, dan tidak ada kekhawatiran untuk berbuat syirik, Rasulullah SAW membolehkan para sahabatnya untuk melakukan ziarah kubur. Karena ziarah kubur dapat membantu orang hidup mengingat saat kematiannya. Rasulullah SAW bersabda “ dari Buraidah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda “ saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah member izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah, karena perbuatan itu dapt mengingatkan kamu pada akhirat” Sunan Tirmidzi, 974).
Dengan adanya hadits ini, maka ziarah kubur itu hukumnya BOLEH bagi laki-laki dan Perempuan. Namun demikian, bagaimana dengan hadits NAbi SAW yang secara tegas menyatakan larangan perempuan berziarah kubur : “ dari Abu Hurairah RA bahwa rasulullah SAW melaknat wanita yang berziarah kubur “ Musnad Ahmad bin Hanbal, 8095).
Menyikapi hadits ini ulama’ menyatakan bahwa larangan itu telah dicabut menjadi sebuah kebolehan berziarah baik bagi laki2 maupun perempuan. Dalm kitab sunan al-Tirmidzi disebu tkan : Sabgian Ahli ilmu mengatakn bahwa hadits itu di ucapkan sebelum Nabi SAW membolehkan untuk melakukan ziarah kubur. Setelah Rasulullah SAW membolehkannya, laki2 dan perempuan tercakup dalam kebolehan itu” (sunan Al-Tirmidzi, 976).
Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya tentang ziarah ke makam para wali, beliau mengatakan : “ beliau di Tanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka, beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula dengan perjalanan ke makam mereka” (al- Fatawi al-kubra al- fiqhiyyah, juz II, hlm 24).
Ketika berziarah seseorang dianjurkan untuk membaca al-Qur’an atau lainnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “ dari Ma’qil bin Yasir, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda “ bacalah surat yasin pada orang2 mati diantara kamu” (sunan Abi Dawud, 2714).
Maka, berziarah kubur itu memang dianjurkan dalm agama islam bagi laki2 dan perempuan, sebab di dalamnya terkandung manfaat yang sangat besar. Baik bagi orang yang sudah meninggal dunia berupa hadiah pahala bacaan al-Qur’an, ataupun bagi orang yang berziarah itu sendiri, yakni mengingatkan manusia akan kematian yang pasti akan menjemputnya.
Masih ada waktu untuk memahami hukum islam secara betul2 memahami sebelum hanya sekedar permukaannya saja.
Maha besar Allah dengan segala macam perbedaan diantara insan al-aqil.
Jawali : +966533925963
Dengan adanya hadits ini, maka ziarah kubur itu hukumnya BOLEH bagi laki-laki dan Perempuan. Namun demikian, bagaimana dengan hadits NAbi SAW yang secara tegas menyatakan larangan perempuan berziarah kubur : “ dari Abu Hurairah RA bahwa rasulullah SAW melaknat wanita yang berziarah kubur “ Musnad Ahmad bin Hanbal, 8095).
Menyikapi hadits ini ulama’ menyatakan bahwa larangan itu telah dicabut menjadi sebuah kebolehan berziarah baik bagi laki2 maupun perempuan. Dalm kitab sunan al-Tirmidzi disebu tkan : Sabgian Ahli ilmu mengatakn bahwa hadits itu di ucapkan sebelum Nabi SAW membolehkan untuk melakukan ziarah kubur. Setelah Rasulullah SAW membolehkannya, laki2 dan perempuan tercakup dalam kebolehan itu” (sunan Al-Tirmidzi, 976).
Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya tentang ziarah ke makam para wali, beliau mengatakan : “ beliau di Tanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka, beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula dengan perjalanan ke makam mereka” (al- Fatawi al-kubra al- fiqhiyyah, juz II, hlm 24).
Ketika berziarah seseorang dianjurkan untuk membaca al-Qur’an atau lainnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “ dari Ma’qil bin Yasir, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda “ bacalah surat yasin pada orang2 mati diantara kamu” (sunan Abi Dawud, 2714).
Maka, berziarah kubur itu memang dianjurkan dalm agama islam bagi laki2 dan perempuan, sebab di dalamnya terkandung manfaat yang sangat besar. Baik bagi orang yang sudah meninggal dunia berupa hadiah pahala bacaan al-Qur’an, ataupun bagi orang yang berziarah itu sendiri, yakni mengingatkan manusia akan kematian yang pasti akan menjemputnya.
Masih ada waktu untuk memahami hukum islam secara betul2 memahami sebelum hanya sekedar permukaannya saja.
Maha besar Allah dengan segala macam perbedaan diantara insan al-aqil.
Jawali : +966533925963
Jumat, 10 April 2009
Bacalah surat yasin kepada orang mati diantara kamu.
Berkumpul dan mengadakan pertemuan untuk Yasinan dan atau tahlilan hukumnya adalah jaiz (boleh). Mari kita bahas dengan pemahaman yang benar dari pendapat-pendapat ulama’ terkemuka.
Al-Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad Al-Syaukani dalam kitabnya Al-Rasa’il Al-Salafiyyah, hlm 46. Beliau berkata :
Kebiasaan disebagian negara mengenai perkumpulan atau pertemuan dimasjid, rumah, di atas kuburan untuk membaca Al-Qur’an yang pahalanya dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal dunia, tidak diragukan lagi hukumnya boleh (jaiz) jika didalamnya tidak terdapat kemaksiatan dan kemungkaran, meskipun tidak ada penjelasan (secara dhahir) dari syari’at. Kegiatan melaksanakan perkumpulan itu pada dasarnya bukanlah sesuatau yang haram (muharram fi nafsih) apalagi jika di dalamnya diisi dengan kegiatan yang dapat menghasilkan ibadah seperti membaca Al-Qur’an atau lainnya. Dan tidaklah tercela menghadiahkan pahalanya kepada orang yang telah meninggal dunia, bahkan ada beberapa jenis bacaan yang didasarkan pada hadits shohih seperti “bacalah surat yasin kepada orang mati diantara kalian”. Tidak ada bedanya apakah pembacaan surat yasin itu dibaca bersama-sama diadekat mayyit atau di atas kuburnya., dan membaca al-Qur’an secara keseluruhan atau sebagian, baik dilakukan di masjid atau di rumah.
Saudaraku, al-Faqir merasa sedih diantara kita sesaudara dalam tauhidullah masih ada pernyataan bahwa mengadakan perkumpulan untuk yasinan, tahlilan itu adalah bid’ah! Marilah kita pahami dengan seksama untuk kemudian saling menghormati bila ada perbedaan (yang bukan dalam hal aqidah), tidak lantas menganggap benar sendiri, subhanallah.
Al_iman Al-Syaukani melanjutkan perkataannya :
Para sahabat juga mengadakaan perkumpulan di rumah-rumah mereka atau di masjid-masjid, melagukan syair-syair, mendiskusikan hadits2 dan kemudian mereka makan2 dan minim, padahal di tengah-tengah mereka ada Nabi SAW. Orang yang berpendapat bahwa melaksanakan perkumpulan yang didalamnya tidak terdapat perbuatan2 haram adalah bid’ah, maka ia salah, karena sesungguhnya bid’ah adalah sesuatu yang dibuat-buat dalam maslah agama, sedangkan perkumpulan ini (yakni semacam Tahil/yasinan) tidak termasuk bid’ah (membuat ibadah baru). Al-Rasa’il hlm 46
Al-faqir disini, di makkah kota kelahiran Rasulullah SAW tidak jarang mengikuti perkumpulan-perkumpulan, membaca yasin bersama, mendiskusikan hadits, melagukan syair2 serta menikmati makan bersama-sama dengan ahlu makkah dan ummat islam dari selain arab. Subhanallah indah dan penuh keharmonisan.
Saudara yang terhormat, mari kita lihat dan kita pahami hadits ini :
“dari Abu Hurairah RA ia berkata, “ Rasulullah SAW bersabda, “ tidak berkumpul suatu kaum di dalam salah satu rumah Allah SWT, sambil membaca Al-Qur’an bersama-sama, kecuali Allah SWT akan menurunkan kepada mereka ketenangan hati, meliputi mereka dengan rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah SWT memujinya di hadapan makhluk yang ada disisi-Nya” (Sunan Ibnu Majah, hlm 221).
Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abi Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda : “ dan tidaklah berkumpul suatu kaum sambil menyebut asma Allah SWT kecuali mereka akan dikelilingi para malaikat, Allah SWT akan melimpahkan rahmat kepada mereka, memberikan ketenangan hati, dan memujinya di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya” (Shahih Muslim, 4868).
Orang tua, saudar kita yang telah mendahului kita, marilah kita kirimi mereka dengan pahala membaca Al-Qur’an, membaca surat yasin dan membaca tahlil. Boleh sendiri dan juga tidak dilarang berkumpul bersama-sama. Jazakumullah ahsanal jaza
Tholib Makkah Al-Mukarramah.
+966533925963
Al-Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad Al-Syaukani dalam kitabnya Al-Rasa’il Al-Salafiyyah, hlm 46. Beliau berkata :
Kebiasaan disebagian negara mengenai perkumpulan atau pertemuan dimasjid, rumah, di atas kuburan untuk membaca Al-Qur’an yang pahalanya dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal dunia, tidak diragukan lagi hukumnya boleh (jaiz) jika didalamnya tidak terdapat kemaksiatan dan kemungkaran, meskipun tidak ada penjelasan (secara dhahir) dari syari’at. Kegiatan melaksanakan perkumpulan itu pada dasarnya bukanlah sesuatau yang haram (muharram fi nafsih) apalagi jika di dalamnya diisi dengan kegiatan yang dapat menghasilkan ibadah seperti membaca Al-Qur’an atau lainnya. Dan tidaklah tercela menghadiahkan pahalanya kepada orang yang telah meninggal dunia, bahkan ada beberapa jenis bacaan yang didasarkan pada hadits shohih seperti “bacalah surat yasin kepada orang mati diantara kalian”. Tidak ada bedanya apakah pembacaan surat yasin itu dibaca bersama-sama diadekat mayyit atau di atas kuburnya., dan membaca al-Qur’an secara keseluruhan atau sebagian, baik dilakukan di masjid atau di rumah.
Saudaraku, al-Faqir merasa sedih diantara kita sesaudara dalam tauhidullah masih ada pernyataan bahwa mengadakan perkumpulan untuk yasinan, tahlilan itu adalah bid’ah! Marilah kita pahami dengan seksama untuk kemudian saling menghormati bila ada perbedaan (yang bukan dalam hal aqidah), tidak lantas menganggap benar sendiri, subhanallah.
Al_iman Al-Syaukani melanjutkan perkataannya :
Para sahabat juga mengadakaan perkumpulan di rumah-rumah mereka atau di masjid-masjid, melagukan syair-syair, mendiskusikan hadits2 dan kemudian mereka makan2 dan minim, padahal di tengah-tengah mereka ada Nabi SAW. Orang yang berpendapat bahwa melaksanakan perkumpulan yang didalamnya tidak terdapat perbuatan2 haram adalah bid’ah, maka ia salah, karena sesungguhnya bid’ah adalah sesuatu yang dibuat-buat dalam maslah agama, sedangkan perkumpulan ini (yakni semacam Tahil/yasinan) tidak termasuk bid’ah (membuat ibadah baru). Al-Rasa’il hlm 46
Al-faqir disini, di makkah kota kelahiran Rasulullah SAW tidak jarang mengikuti perkumpulan-perkumpulan, membaca yasin bersama, mendiskusikan hadits, melagukan syair2 serta menikmati makan bersama-sama dengan ahlu makkah dan ummat islam dari selain arab. Subhanallah indah dan penuh keharmonisan.
Saudara yang terhormat, mari kita lihat dan kita pahami hadits ini :
“dari Abu Hurairah RA ia berkata, “ Rasulullah SAW bersabda, “ tidak berkumpul suatu kaum di dalam salah satu rumah Allah SWT, sambil membaca Al-Qur’an bersama-sama, kecuali Allah SWT akan menurunkan kepada mereka ketenangan hati, meliputi mereka dengan rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah SWT memujinya di hadapan makhluk yang ada disisi-Nya” (Sunan Ibnu Majah, hlm 221).
Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abi Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda : “ dan tidaklah berkumpul suatu kaum sambil menyebut asma Allah SWT kecuali mereka akan dikelilingi para malaikat, Allah SWT akan melimpahkan rahmat kepada mereka, memberikan ketenangan hati, dan memujinya di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya” (Shahih Muslim, 4868).
Orang tua, saudar kita yang telah mendahului kita, marilah kita kirimi mereka dengan pahala membaca Al-Qur’an, membaca surat yasin dan membaca tahlil. Boleh sendiri dan juga tidak dilarang berkumpul bersama-sama. Jazakumullah ahsanal jaza
Tholib Makkah Al-Mukarramah.
+966533925963
Langganan:
Postingan (Atom)
